Showing posts with label Catatan. Show all posts
Showing posts with label Catatan. Show all posts

2019-01-13

Toram Online Dorama on Instagram

Lortfa as Inori Guilty Crown

It’s not an important thing on many eyes. Somehow, it’s big enough for me in this new year. A bit funny, that I was drown to a world. It’s started from last year, when unexpectedly I play a game and join a game forum.

2016-04-08

Gagal Fokus



Bukan pertama kali sesungguhnya. Mungkin kali ini lebih detail saja melihat segala prosesnya. Mulai dari awal hingga akhir, semua tersaksikan. Hanya karena hal sederhana, sensasinya jadi berbeda.
Hanya karena ingin menuliskan perasaan tak penting ini pun aku berusaha sembunyi-sembunyi mengetik di aplikasi Autocad. Khawatir jika aku akan melupakan kata-kata yang mendadak mengaliri benak.  Kenapa tidak di aplikasi untuk menulis? Sebab aku masih di kantor, masih jam kerja (sederhananya, gagal fokus mode on), maka dengan aplikasi Autocad, takkan terlalu mencolok jika aku sedang mengerjakan hal lainnya.

2015-12-03

Tembang Kenangan

    Setelah berbulan-bulan penuh topik yang membuat bengong, hari ini topik ringan akhirnya membuat pikiran terasa lebih ringan. Kami berbicara tentang musik, film dan artis dan berlanjut bercerita tentang kenangan masa "muda" kami. Inilah tembang kenangan yang abadi di semua otak persekutuan kami.
    Diawali dengan Teriyaki Boyz, yang selama ini kebanyakan orang menyebutnya lagu pinokio hanya karena liriknya yang berbunyi "How they live in Tokyo" sekilas terdengar seperti pinokio ^-^ Soundtrack Tokyo Drift ini begitu terkenal di dunia penggemar The Fast & The Furious dan para modern dancer pada jaman itu. Namun satu kenangan terlintas di otakku hanya satu,merah kuning kostum yang kupakai bersama beberapa teman di awal kuliah.
   Berikutnya kami membicarakan lagu My Lecon yang dulu membuat kami sempat jenuh saking seringnya diputar hampir di semua tempat. Terutama saat SMP, masa-masa sok-sokan jadi cheerleader pas karnaval. Setelah bertahun-tahun menyukai lagu itu dan merindukannya, kami baru sadar itu lagu Korea :D
     Lagu ketiga dalam playlist kami adalah Lose My Breath yang di videonya begitu sexy. Saat lagu itu terputar teringatlah saat-saat "muda" memakai rompi kresek lalu bergulung-gulung di depan dosen-dosen ^-^ Begitu pula dengan musik berjudul Low.
    Yang paling membuat heboh adalah Dragostea din tei, yang lebih terkenal sebagai nomanomayey. Sampai sekarang tak mengerti apa isi lagu itu. Untuk lagu satu ini yang jelas teringat bagaimana aku "muda" bersama teman-temanku melompat-lompat, menari dengan pom-pom, bersalto dan kayang sampai nginjak-nginjak teman dan menjatuhkan diri di gendongan teman.
     Cerita pun nyambung ke Asereje, yang katanya lagu pemanggil setan. Entahlah kami tak terlalu peduli juga, karena kata setan obrolan pun berlanjut ke film-film horor, khususnya drama Korea seperti Master Sun, Ghost, dan sebagainya sampai ke artis-artisnya. Dulu di kos aku bertetangga dengan penggemar Kim Soo Hyun pemeran Song Sam Dong di Dream High, kini penghuni bangku sebelahku ternyata sama saja. Kebetulan salah satu dari ada cowoknya dan mengaku penggemar Soo Hyun. Namun rupanya ia salah sambung, Soo Hyun yang dia pikirkan adalah anggota SNSD -_-"
    Kawanku yang lain lagi lebih suka Joong Ki yang katanya tampan. Sampai akhirnya aku kembali berpikir ketika ditanya. Aku tak terlalu mengidolakan salah satu artis Korea. Ada pun bukan flower boy.  Tapi Han Hyo Joo.
     "Kamu lesbi?!"
Aku hanya suka aktingnya dari dulu. Selain itu dengan menonton filmnya aku punya alasan untuk menangis sesukaku ^-^ Jalan cerita filmnya Hyo Joo kan kebanyakan mengharukan.
     "Yang cowoklah!"
     "Hm..mungkin So Ji Sub."
     "Apa kerennya?! Dia sudah tua!"
Hm..sekali lagi suka perannya di film. Ia selalu mengambil peran berkarakter yang.. hero banget ^-^
Inner handsome is the number one! That's why I like him. (meski aku tak tahu, bagaimana dia di kehidupan sebenarnya)

    "Hm..iya sih.. Selain itu juga bodynya So Ji Sub bagus."sahut salah satu temanku akhirnya setuju dengan argumenku.
Lalu apa hubungannya So Ji Sub dengan tembang kenangan?
Ada satu lagu korea yang bagiku lucu. Gom Se Mari. Lagu lama dan juga lagu anak-anak. Lebih lucu lagi saat So Ji Sub menyanyikannya di Master's Sun (that's just my opinion ^-^).
     

2015-10-21

Pet


      Waktu sudah banyak berlalu. Dua tahun sungguh jauh berlalu. Tepat dua tahun mungkin.
Hari ini mereka bercerita tentang peliharaan mereka. Dua anjing baru, kucing baru. Heboh dengan nama Chico Jerico, Chika Jesica, dan Spicy. Entah apa saja yang mereka bicarakan berjam-jam hanya hal itu yang kupahami.  Roll film di otakku sibuk sendiri memutar mundur kembali ke tahun 2013. Aku merindukan Bumi dan Mars.
      Cupang. Begitulah mereka berdua disebut. Bumi biru dan Mars merah. Dua ekor ikan cupang yang sepertinya akan sulit kutemukan lagi. Bangsa mereka yang identik dengan julukan petarung, perkelahian, berantem, atau apalah itu, namun yang kulihat dari mereka adalah sesuatu yang jauh berbeda dari permusuhan.
      Bulan Agustus aku mulai mengenal mereka. Saat itu aku tak punya akuarium selain toples kaca milik ibuku. Itu pun hanya satu, jadi kusatukan mereka di satu tempat. Saat itu aku penasaran bagaimana scene ketika cupang diadu. Hari itu bagiku mereka biasa saja, kalau pun mereka mati karena berkelahi kurasa tak masalah.

2015-08-08

The Moon Gravity

The Moon Gravity. Itu adalah judul sebuah cerita fiktif yang kutulis pada awal tahun 2014, yang tak pernah dibaca orang lain selain aku. Jika cerita itu dicetak mungkin bisa seperti novel. Tapi bukan novel yang bagus, mungkin buat orang yang sudah paham dunia menulis akan merasa jalan cerita itu terlalu memaksa untuk ada dan tak masuk akal. Mungkin juga terlalu mudah ditebak.
     Cerita itu berkisah tentang seorang gadis bernama Alice yang barusaja lulus dan mendapatkan gelar Sarjana Teknik dari jurusan arsitektur. Ia pun bekerja dalam sebuah tim desainer interior bidang hospitality. Keadaan  pun mengharuskannya menyeberangi laut ke pulau tetangga dua tahun setelah itu. Dari pulau Osai ke pulau Seu. Alice tinggal bersama sahabatnya.
     Suatu malam, gadis itu baru saja keluar dari sebuah minimarket. Namun dalam perjalanan pulangnya ia tersesat dan berakhir pada sebuah rumah yang dirasanya adalah rumahnya. Ia pun bertemu seorang pemuda, yang sesaat kaget dan merasa ada yang aneh dengan Alice, yang kemudian memberitahu kemana ia harus pergi untuk pulang. Alice pun meminta maaf karena kemampuan spasialnya mengenai jalan sangatlah lemah di malam hari.

2015-08-07

Complicated Month


Orang sering bertanya, Apa makanan favoritmu? Warna favoritmu? Buah yang paling tak kau sukai? sayur yang tak kau sukai?
Dalam benakku, aku penasaran, dalam satu tahun yang terdiri atas 12 bulan, manakah yang paling disukai dan tak disukai orang? Apakah sama sepertiku? Ataukah jauh berbeda?
Aku sangat menyukai Februari, bukan karena ada hari valentine atau apa, sejak dulu aku tak pernah peduli dengan tanggal 14 Februari itu. Lalu kenapa aku menyukainya? Sebab pertama, ada satu hari yang merupakan hari kelahiran orang yang kusayangi, ayahku. Kedua, pada bulan itu selalu terjadi peristiwa menyenangkan dalam hidupku. Ketiga, peristiwa mengesankan dalam hidupku terjadi pada bulan itu. Februari adalah bulan perkenalan, saat aku bisa mengenal beberapa orang yang cukup berarti dalam hidup. Aku mendapatkan dan mengetahui banyak hal yang begitu istimewa.
Lalu yang kubenci? Aku paling tak suka dengan bulan Agustus. Pada bulan ini banyak kejadian yang mengharuskan aku menjauh dari banyak orang. Bulan yang sangat bertentangan dengan Februari. Perasaan tak nyaman selalu saja tak bisa kuhindari dalam bulan ini.
Lalu adakah bulan yang menjadi bulan paling complicated? I have it.
Oktober. Bulan kelahiranku. Harusnya menjadi hari yang menyenangkan, kan, jika itu adalah hari lahir? Ya, Oktober itu memang menyenangkan. Tapi juga paling menyakitkan. Semua yang paling indah dalam hidupku terjadi pada bulan itu. Namun semua pengalaman terburukku pun terjadi di bulan itu. Jika Februari adalah sebuah perkenalan, Oktober adalah sebuah pertemanan terbaik. Dan apabila Agustus adalah saat untuk menjauh, maka Oktober itu adalah perpisahan. Dalam bulan itu aku harus tersenyum untuk salam perpisahan terindah. Seperti mencapai puncak gunung tertinggi lantas langsung terjun dalam detik itu pula.
Adakah orang lain yang pernah mengalami hal yang sama? Kuharap tidak. Sebab itu sangat menyusahkan.
Aku pun berharap semua itu tak terulang dalam tahun ini, dan tahun selanjutnya..

2015-06-28

The Timeless Sunset


Beberapa kali aku terdiam. Lebih sering dari biasanya? Entahlah. Kemudian aku tahu kau sadari itu. Kau kira aku mengabaikanmu, tapi tidak. Aku hanya terlalu serius merekam dan membuka rekaman. Seluruh inderaku tengah sibuk bekerja. Tak tahu kenapa mendadak demikian begitu saja.

Bulatan jingga itu bukan bulan. Bukan bulan jingga yang membuatku perlahan mengenal sosokmu. Kini bulan yang bersinar putih melawan di seberangnya. Perlahan bulatan jingga itu kembali tenggelam untuk kesekian kalinya – mungkin hampir sama dengan saat aku belajar mengenal butir air laut bersamamu beberapa waktu lalu.  Membiarkan lawannya, yang sudah beberapa hari ini berjuang menghadapinya, menang.

Aku tak tahu, beberapa hari ini adalah jawaban atau hanya aku yang terlalu bodoh di masa lalu sehingga aku tak tahu.  Jika bulan itu ternyata memang mampu menampakkan dirinya kepadaku sepanjang hari. Mungkin aku sudah tak bingung lagi. Tanpa mencarinya aku bisa melihatnya dengan mudah. Sama seperti aku melihatmu yang kini duduk di antara pasir yang sama, tempatku berada.

Ada saat kau ingin mengabadikan moment itu. Tapi rupanya takdir tak mengijinkannya. Mungkinkah mereka berharap peristiwa itu menjadi timeless memories sejati di otak ini? The timeless sunset? Bahwa kita benar-benar mengingatnya karena kita memang mengingatnya sepertinya itu akan sulit. Mengingatnya sampai jangka waktu tak terbatas. Sebab kita sama-sama tak tahu, bulan itu tak tahu, matahari terbenam itu pun tak tahu, moment itu akan bertahan berapa lama, mungkin hanya sesingkat lima detik hitungan mundur sebelum bulatan jingga itu tertidur.

Detik itu pasir terhampar luas. Terlalu banyak. Sebanyak hal yang mampu berubah seiring berjalannya waktu – mungkin. Namun entah bagaimana prosesnya, sesaat aku merasa mereka menjadi samar. Menipis. Seperti jam pasir pada titik penghabisannya. Gelap. The Timeless Sunset, does it exist?

Ah, kalau pun tak ada, setidaknya aku bisa melihat "UFO" lighted kites, setelahnya.. :D

2015-05-24

Dongeng Sebelum Tidur..



AKU INGIN MENGABAIKAN SEMUANYA, AKU INGIN BERPIKIR SEDERHANA. SEMUA ITU HANYALAH FIKSI. DONGENG SEBELUM TIDUR YANG INDAH. FIKTIF BELAKA. AKU MENCOBA MENGINGAT TIAP DETAIL SCENE YANG TERGAMBAR DAN AKU SUNGGUH MELUPAKANNYA. AKU TAK PUNYA KENANGAN SEMACAM ITU. SEBAB ITU TAK TERJADI. SEBAB ITU HANYA FIKSI. AWALNYA ITU YANG KUPIKIR. 

2014-10-20

Masih Tentang Ari: Seharusnya…


Kenapa perasaan itu masih tertinggal? Rasanya masih sulit bernapas. Saat membuka matanya ia masih belum mampu terbangun. Ingin rasanya ia kembali tidur sampai ia terbangun dari mimpi itu. Tapi semua sia-sia. Itu bukan mimpi. Itu adalah kenyataan yang masih sulit diterima. Peristiwa beberapa hari lalu adalah kejadian nyata yang perih.
“Dik, mas Ari meninggal.”
Di matanya masih membekas 4 kata itu. Belum mampu tersingkirkan. Pesan singkat dari Firman itu sudah membantainya.. tiap waktu sampai detik ini.
 “Ini mimpi. Ini tak mungkin. Pasti ini juga mimpi!” Kata-kata itu terus digumamkannya.
***

2014-10-17

Selamat Jalan



Baru beberapa jam aku menitip pesan lewat Tuhan untukmu.. namun itu pun sepertinya sudah tak berguna sekarang. Mas Ari, selamat jalan untukmu.. kini Allah yang mungkin lebih menyayangimu daripada aku telah memutuskan untuk membawamu pergi menetap di sisi-Nya.  Mungkin itu adalah cara Allah menghentikan semua penderitaanmu.. karena Dia terlalu mencintaimu dan tak ingin melihatmu susah di dunia ini. Aku harap kau tenang dan bahagia di rumah barumu.

Sampai saat ini aku masih belum paham benar, seberapa berartinya kau untukku sesungguhnya, tapi mendengar kau pergi, ini adalah satu hal paling buruk yang pernah kuhadapi. Namun aku sangat berterimakasih, kau sudah bersedia pulang ke kota ini dan datang hari itu untuk melihat penampilan tariku. Terimakasih untuk selalu tersenyum padaku dan memberi semangat juga kenangan indah untuk adikmu ini. Maaf, jika selama ini aku adalah adik yang nakal..

Seperti yang kukatakan sebelumnya, sesungguhnya aku sangat ingin bertemu denganmu lagi, bahkan baru kemarin aku bermimpi kau telah pulang. Selama ini juga aku selalu menunggu saat untukmu kembali, dan kita menjadi partner kerja yang baik.. dan aku juga bisa menraktirmu minum dengan gaji pertamaku nanti, seperti janjiku. Tapi ternyata,, kini aku tak bisa bertemu mas Ari lagi. Kau sudah pergi bahkan sebelum aku menyelesaikan kuliahku.. padahal aku sangat ingin kau bisa melihat muridmu ini adalah murid yang cukup baik dan pantas bekerja denganmu di satu studio, satu studio yang kita impikan, satu studio yang kita bangun bersama.. Tapi rupanya kau sudah terlalu lelah untuk menantiku lulus, dan kini aku harus sampaikan salam perpisahan untukmu..

Kini aku mengerti maksudmu, saat kau berkata kau sudah tua, mungkin saat itu kau sudah merasa usiamu tak bisa lebih panjang lagi. Tapi aku juga bukan anak SMP seperti katamu, setelah ini aku harap mas bisa lihat itu. Aku harap juga suatu saat kita bisa bertemu lagi di sana.. Mas Ari, kita semua sayang mas Ari. Selamat jalan..

Allah, Tolong Sampaikan Padanya..




17 Oktober 2014, 04:45 PM, itulah yang tertera pada sudut notebook-ku saat aku mulai menuliskan ini.


Hari ini kubuka pintu dunia maya, lantas kulihat sibuknya pengantar pesan dan penyebar berita pikiran, juga mungkin perasaan. Kalau dibahasa Indonesiakan, namanya jadi Buku Wajah. Sesaat kembang api warna-warni menyala-nyala, membentuk satu siluet senyum, selayaknya anak kecil mendapat sekantong coklat. Dalam arti semua baik-baik saja.
Sampai tak lama, aku juga lelah mengatakannya, ingin tetap melihat kembang api yang cantik itu. Namun yang ada justu ledakan besar dengan virus pelumpuh.  Seseorang telah memasang bom kata-kata yang dapat melumpuhkan semua yang melintas diareanya. Ia tak kukenal, tapi  aku tahu rumah siapa yang di pasangi bom olehnya, hingga jelaga kata itu membekas di Dinding rumah orang itu, membuat semua orang yang melintas di halaman rumah itu bersedih.. Ini tak mungkin, ini tak mungkin pikirku..
Akan tetapi kebenaran memang demikian,  kini pemilik dinding itu tengah tak sadar sepenuhnya. Ia terbaring lemah diruang rawat intensif di RSPP Jakarta Selatan. Karena bom? Tentu saja bukan. Bagiku jauh lebih menyeramkan daripada bom. Membaca tulisan di dinding rumahnya membuatku menangis. Mengapa? Apakah aku sedemikian dekat padanya hingga menangis? Aku telah lelah menangis, pun orang lain pasti telah jengah melihatku meratap. Tapi aku masih saja bersedih?
Hanya beberapa kali mata ini bertemu dengan sepasang mata yang dimilikinya. Bahkan bisa dikatakan hanya dua atau tiga kali. Dalam waktu yang begitu singkat. Seseorang yang kukenal ini suka menggunakan nama Piano, katanya lebih keren dari Piono.. tapi aku hanya tahu nama awalnya, Ari, mas Ari, hanya begitu aku selalu memanggilnya.  Kami pun selama ini hanya bertukar kalimat atau  paragraf yang kami tulis secara bergantian dalam buku wajah itu. Apa yang kulihat hanya kata-kata dan foto yang diganti berkala olehnya, begitu pula dengannya. Selebihnya, kami lalui percakapan lewat seluler.
Allah, aku tahu jika detik ini Kau berada dekat dengannya, jika Kau membaca tulisan ini, aku mohon, sampaikan padanya, bahwa aku ingin ia segera bangun dengan sehat. Katakan padanya, jika ia harus kuat, dan Allah, bantulah agar kembali normal seluruh oragan dalam tubuhnya, semua yang menyebabkan ia kesakitan, hanya Kau yang sanggup berikan kesembuhan padanya, Allah. Sebab ia terlalu muda untuk menderita. Keluarga kami sudah cukup lama menderita.
Walaupun kami tak ada hubungan darah, bagiku ia adalah sosok kakak untukku, Allah, bahkan kalau pun ia tak pernah menganggap seorang adik. Namun ia yang mengajarkanku  bagaimana cara bertahan di dunia yang kutempati sekarang. Ia yang membantuku belajar menjadi manusia malam, memahami arti kata matra, membimbingku menari di atas meja kaca, dan menuntunku mengayunkan pena, serta ialah yang mengenalkanku pertama kali pada liku-liku bangunan dunia pendidikan ini. Kami telah berjuang bersama untuk sampai pada titik ini. Namun kini aku sadar, jika aku tak pantas menjadi seorang adik baginya, aku bahkan tak tahu jika ia telah menahan penderitaannya sendiri selama ini di perantauannya.
Tapi Allah, bisakah aku tetap meminta pertolongan pada-Mu? Bantu aku ingatkan padanya, Allah, jika ia masih punya janji padaku, dan juga pada adik-adiknya yang lain untuk kembali ke kota ini. Katakan jika kami punya janji makan bersama lagi.. dan juga tolong sampaikan pula kalimat ini,
“Mas Ari, ini Tya, kali ini aku telah menyebut namaku, jadi kau tak bisa lagi berpura-pura untuk melupakan namaku hanya untuk membuatku kesal.. Kali ini aku tak lagi mengganti nomorku, jadi jangan lupa beri aku kabar, bahwa kau baik-baik saja. Disini, kita, bersama saudara lainnya, masih harus membangun studio konsultan impian kita sendiri. Disini, kami, terutama aku, menunggumu..”

2014-09-02

My Thanks to..



Seperti kata seorang teman, tahun-tahun memang terasa berlalu begitu cepat. Ntah karena memang demikian, karena terlalu mencintai segala proses atau kita yang tak mampu menghitungnya dengan benar..

Ada banyak periode telah terlewati. Masing-masing memiliki kisahnya sendiri. Suka dan duka. Selayaknya hidup manusia pada umumnya., dan pastinya kita tak pernah sendiri.
Seiring jarum jam yang terus berputar - dengan baterai yang terus berganti, manusia pun tak selamanya tetap. Mereka, teman-teman kita pun tak selamanya di samping kita. Dan kepada kalian para manusia yang pernah menemaniku, kuucapkan terimakasih..

Pada seorang teman dekat – yang mungkin kini kita tak sesering dulu bersama, terimakasih banyak telah menjadi teman curhatku di masa lalu. Bersamamu tahun-tahun awal kita kenal, awal masa kuliah semuanya berjalan dengan sangat indah. Semoga ada kesempatan lagi, untuk kita berbagi cerita di balkon jemuran, untuk kita kedinginan bersama di saat subuh, berbagi ikat rambut dan jepit lidi, berbagi cermin, berbagi make- up dan berbagi banyak hal.. aku takkan pernah melupakan segala jasamu! Ayo kita nge-mix music dan menari bersama lagi lain kali!  (Ingin wisuda bareng juga, tapi rupanya kau lebih rajin dariku.. jadi sepertinya akan sulit..)

Terimakasih juga untuk ‘Sang Matahari’,  Kekasih pertamaku? Kekasih palsuku? Siapa pun itu, bagiku kau adalah matahari sesaat untukku. Sebuah matahari yang cemerlang, berkilau dilangit, dengan segala kemegahan, namun terlalu panas untukku. Meski hanya menjadi ‘kekasih palsu’mu, aku tetap berterimakasih padamu, kau telah memberiku banyak kenangan indah – meski juga pahit. Saat bersamamu, untuk pertama kalinya aku merasa seperti memiliki seorang kekasih sungguhan(karena deklarasimu tentang hubungan kita hari itu, dan dengan semua perlakuanmu di hadapan semua orang). Memiliki seseorang untuk berbagi coklat valentine, merayakan ulang tahun bersama, dan menghabiskan banyak waktu berdua. Bersamamu aku merasa seperti seorang Cinderella yang kehilangan sepatuku sampai akhir. Meski akhir kita tak menyenangkan, kuharap kau tak menyalahkan dirimu sendiri. Jangan lagi memaki dan menampar dirimu sendiri karenaku. Sebab itu juga menyakitiku.. Maaf aku tak bisa menjadi seseorang yang kau inginkan. Kuharap dua kali itu cukup memberimu pelajaran. Semoga kau bisa temukan gadis lain yang lebih baik, yang bisa memberikan semua kebahagiaan untukmu!

Selanjutnya kuberikan penghargaan besar untuk ‘Sang Langit’, yang selalu memperhatikanku, yang telah membantuku setiap saat dan selalu ada tiap saat aku membutuhkanmu, meski panas terik, bahkan rela basah kuyup saat hujan(terimakasih atas pinjaman ponconya), dan bahkan saat harus menempuh jarak jauh pun, kau selalu datang untukku. Sudah pasti aku takkan lupa pada semua jasamu, semua tugas akhir semesterku adalah kenang-kenangan darimu. Terimakasih untuk mobil foam mini yang keren, semoga kau bisa benar-benar dapatkan cita-citamu, menjadi pencipta mobil hebat nanti, yang benar-benar jauh lebih hebat dari Apatte! :D

Juga yang pasti pada temanku yang satu ini. Hingga sekarang aku masih ingat bagaimana kau memberikan uluran tangan dan memberiku semangat. Untuk pertamakalinya aku merasa itu adalah dukungan ajaib yang membangkitkan semua keberanianku. Kau memang teman yang terlalu baik – mungkin harusnya kau tak terlalu baik sehingga takkan ada teman-teman kita yang ‘kecewa’ karena kebaikanmu.  Terimakasih telah memberiku banyak kenangan tentang cinta ala dongeng. Terimakasih untuk semua kebetulan, semua malam indah yang kau bagi untukku. Mungkin memang bukan kau yang pertama untukku. Tapi hingga saat ini, kaulah magic terindah yang pernah kudapat. Seperti seorang hero, kau mampu menyembuhkan semua rasa sakit yang tengah kualami. Aku harap ada kesempatan lagi di masa depan untuk kita bertemu lagi. Duduk berdua di atas batu puncak tebing itu, memandangi sejuknya pedesaan, mengamati detail pancaran air yang kau tunjukkan padaku dan berbagi cerita tentang kita, free high! Berharap ada lagi kesempatan untuk kita tertawa bersama dalam keheningan seperti malam itu. Terimakasih telah menjadi bulanku di banyak malam, memberi sedikit celah kesibukanmu untukku, meski hanya dalam periode singkat.  Even it’s just in the past time, even it’s not as much as you with others, even it’s just ordinary things, but I hope you‘ll never forget it!

Kemudian thanks a lot to teman gulung-gulungku (tidur, novel-an, nonton drama, tidur lagi..bahkan kadang sampai nggak mandi). Pengoleksi novel and film anime serta J-Drama. Sketsamu benar-benar super! Masa-masa indah, saat kita bermimpi bersama-sama tentang seorang pangeran tampan yang kan mengahmpiri kita, kepo-in Yamapi dan artis lainnya, sampai nge-net malem-malem di teras gedung kuliah orang. Saat kita bareng kita benar-benar O dan B sejati.

Berikutnya kuberi ucapan terimakasih pula pada temanku yang sudah sering menjadi teman tidurku.. si AB sejati. dengan sejuta peristiwa misteri yang menegangkan, dengan banyaknya  perjalanan jauh kita, bahkan sampai (terlalu sering) tersesat dan sakit perut bersama.. lain kali kita harus browsing dan pelajari medan tujuan kita sebelum pergi!  Kuharap kau takkan menangis lagi karena pria semacam itu. Tapi sekarang aku tahu kenapa kau bisa menangis seperti itu. Dia memang terlalu..

Sama seperti si B sejati, AB sejati, padamu A sejati terimakasih banyak sudah beri tumpangan tempat tidur dan gulung-gulung, dan saranku jangan terlalu jadi pemikir! Kita pun sekarang nggak boleh lagi ngerasa hopeless. Perjuangan kita tinggal selangkah lagi! Kalau sudah selesai ayo kita bersama-sama cocokan lagi hidup kita dengan komik golongan darah dan tertawa bersama lagi!

The last, kepada seseorang yang.. sebenarnya dulu aku sangat kesal padamu, sudah membuat temanku menangis, semalaman, sebelum kami berdua pergi, sampai akhirnya temanku bangun kesiangan, dan kami ketinggalan kereta. Akhirnya aku harus mengeluarkan uang 100 ribu untuk pesan kereta lagi! Tapi aku tetap ucapkan terimakasih, sudah mau mengantarku kemana-mana, sampai berhujan-hujanan juga. Serta gambar-gambar tentang bulan, pelangi, gunung, dan keindahan langit lainnya (Sumpah dah, aku pasti bakal selalu ingat kamu tiap kali lihat bulan :D ). Terimakasih sudah menghiburku tiap kali aku sedih (kau new moon yang memiliki karakter yang.. merupakan kombinasi 'bulan' dengan 'langit') – aku tak tahu bagaimana bisa tapi kau selalu saja terlihat seperti cenayang yang mampu baca isi pikiranku. Bahkan saat aku teringat tentang dirimu, dan ragu untuk memanggilmu, kau selalu muncul lebih dulu memanggilku kemudian. Aku suka lagu yang kau kirim itu, Moonlight-Yiruma. Terimakasih sudah menjadi teman terbaikku. Maaf jika aku tak berhasil merawat ikan-ikan yang kau berikan, maaf juga aku mengubah akuarium yang kau beli untukku menjadi tempat tanaman – tapi di dalamnya tetap ada ikan-ikan kecil kok, buat pajangan di ruang tamu!  Kau temanku yang paling cool!  ^-^ Terimakasih sudah jadi guru sketchup-ku, guru photoshop, guru autocad, dan guru di banyak hal. Terimakasih juga sudah mendoakanku untuk segera dapat hidayah berhijab :)





2014-08-20

#Curhat: Confusing

Cinta itu membingungkan. Bisa dikatakan plin-plan. Kadang suka kadang benci.
Ada saat tak peduli, tetapi sejenak kemudian merasa penasaran dan ingin tahu. Orang sering berkata "Aku beralih pada B karena ia lebih keren dari A." Tak lama kemudian, "Aku bosan dengan B, C lebih baik orangnya." Belum seminggu sudah berkata lagi, "C itu jelek, sekarang aku bersama D yang lebih tampan."

Padahal A, B, C, dan D pun sesungguhnya tak terlalu berbeda. Barulah saat dia sendiri tanpa siapa-siapa ia akan melihat semua kebaikan A, B, C yang bahkan jika diamati ternyata A, B, C, dan D itu pun memiliki karakter wajah yang sama.

Itu semua karena cinta seperti jaelangkung. Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Seenaknya sendiri, mengacaukan kesadaran manusia. Sama sepertiku, mungkin, 7 tahun lalu aku pernah menyukai seseorang. Lalu detik ini aku telah dua kali menyukai orang lain. Ketiganya dari dunia berbeda, karakter kepribadiannya juga bervariasi. Namun satu yang tak jauh berbeda, yaitu wajah. Aku baru sadar mereka mirip. Kata orang-orang yang sudah lama hidup itu ternyata benar.
Tak hanya itu, seseorang yang sudah lama dikenal sejak 8 tahun lalu pun selama ini terabaikan, tak pernah singgah dalam otak dan hati mendadak hanya karena satu kali pertemuan bisa langsung dicintainya. Itulah uniknya cinta yang membingungkan.

Perasaan manusia mudah sekali berubah. Hanya seperti air yang mengalir. Selalu dipengaruhi wadahnya dan kondisi sekitarnya. Seperti angin yang berpindah setiap saat. Ada saat 5 tahun seseorang bisa dikatakan terobsesi pada seorang teman sekelasnya yang bernama H. Padahal 1 tahun sebelumnya ia "gila" pada sahabat H dalam tiga serangkai itu, yaitu si B. Yang satu lagi ia tak terlalu memperhatikannya. Ntah kenapa ia pun tak tahu. Padahal yang satu itu, si T sangatlah keren jika dibanding dua orang yang membuatnya "gila". Itu contoh lain dari anehnya cinta, yang disebut Cinta itu Buta. Tak bergantung pada fisik seseorang, melainkan kepribadian - dalam arti kepribadian yang sesuai dengan individu yang mencintai karena bisa saja si T pun tak hanya keren fisik tapi juga pribadi.

Kebanyakan orang membuat list panjang tentang tipe pria atau wanita idamannya. Kata "tampan" atau "cantik" relatif sering muncul. Bahkan seolah jadi poin utama. Namun kenyataannya, ketika cinta itu datang, ketampanan dan kecantikan itu seakan tersihir lenyap dari kamus mereka. Ketika ada kasih sayang semua tampak indah dengan sendirinya. Itulah cinta dari hati. Bukan sekedar cinta dari mata. Bukan otak, bukan untuk dipikir, tapi hati, cinta untuk dirasakan.