Showing posts with label Catatan. Show all posts
Showing posts with label Catatan. Show all posts
2019-01-13
2016-04-08
Gagal Fokus
Bukan pertama kali sesungguhnya. Mungkin
kali ini lebih detail saja melihat segala prosesnya. Mulai dari awal hingga
akhir, semua tersaksikan. Hanya karena hal sederhana, sensasinya jadi berbeda.
Hanya karena ingin menuliskan perasaan
tak penting ini pun aku berusaha sembunyi-sembunyi mengetik di aplikasi Autocad. Khawatir jika aku akan
melupakan kata-kata yang mendadak mengaliri benak. Kenapa tidak di aplikasi untuk menulis? Sebab aku
masih di kantor, masih jam kerja (sederhananya, gagal fokus mode on), maka dengan aplikasi Autocad, takkan terlalu mencolok jika
aku sedang mengerjakan hal lainnya.
2015-12-03
Tembang Kenangan
Setelah berbulan-bulan penuh topik yang membuat bengong, hari ini topik ringan akhirnya membuat pikiran terasa lebih ringan. Kami berbicara tentang musik, film dan artis dan berlanjut bercerita tentang kenangan masa "muda" kami. Inilah tembang kenangan yang abadi di semua otak persekutuan kami.
Diawali dengan Teriyaki Boyz, yang selama ini kebanyakan orang menyebutnya lagu pinokio hanya karena liriknya yang berbunyi "How they live in Tokyo" sekilas terdengar seperti pinokio ^-^ Soundtrack Tokyo Drift ini begitu terkenal di dunia penggemar The Fast & The Furious dan para modern dancer pada jaman itu. Namun satu kenangan terlintas di otakku hanya satu,merah kuning kostum yang kupakai bersama beberapa teman di awal kuliah.
Berikutnya kami membicarakan lagu My Lecon yang dulu membuat kami sempat jenuh saking seringnya diputar hampir di semua tempat. Terutama saat SMP, masa-masa sok-sokan jadi cheerleader pas karnaval. Setelah bertahun-tahun menyukai lagu itu dan merindukannya, kami baru sadar itu lagu Korea :D
Lagu ketiga dalam playlist kami adalah Lose My Breath yang di videonya begitu sexy. Saat lagu itu terputar teringatlah saat-saat "muda" memakai rompi kresek lalu bergulung-gulung di depan dosen-dosen ^-^ Begitu pula dengan musik berjudul Low.
Yang paling membuat heboh adalah Dragostea din tei, yang lebih terkenal sebagai nomanomayey. Sampai sekarang tak mengerti apa isi lagu itu. Untuk lagu satu ini yang jelas teringat bagaimana aku "muda" bersama teman-temanku melompat-lompat, menari dengan pom-pom, bersalto dan kayang sampai nginjak-nginjak teman dan menjatuhkan diri di gendongan teman.
Cerita pun nyambung ke Asereje, yang katanya lagu pemanggil setan. Entahlah kami tak terlalu peduli juga, karena kata setan obrolan pun berlanjut ke film-film horor, khususnya drama Korea seperti Master Sun, Ghost, dan sebagainya sampai ke artis-artisnya. Dulu di kos aku bertetangga dengan penggemar Kim Soo Hyun pemeran Song Sam Dong di Dream High, kini penghuni bangku sebelahku ternyata sama saja. Kebetulan salah satu dari ada cowoknya dan mengaku penggemar Soo Hyun. Namun rupanya ia salah sambung, Soo Hyun yang dia pikirkan adalah anggota SNSD -_-"
Kawanku yang lain lagi lebih suka Joong Ki yang katanya tampan. Sampai akhirnya aku kembali berpikir ketika ditanya. Aku tak terlalu mengidolakan salah satu artis Korea. Ada pun bukan flower boy. Tapi Han Hyo Joo.
"Kamu lesbi?!"
Aku hanya suka aktingnya dari dulu. Selain itu dengan menonton filmnya aku punya alasan untuk menangis sesukaku ^-^ Jalan cerita filmnya Hyo Joo kan kebanyakan mengharukan.
"Yang cowoklah!"
"Hm..mungkin So Ji Sub."
"Apa kerennya?! Dia sudah tua!"
Hm..sekali lagi suka perannya di film. Ia selalu mengambil peran berkarakter yang.. hero banget ^-^
Inner handsome is the number one! That's why I like him. (meski aku tak tahu, bagaimana dia di kehidupan sebenarnya)
"Hm..iya sih.. Selain itu juga bodynya So Ji Sub bagus."sahut salah satu temanku akhirnya setuju dengan argumenku.
Lalu apa hubungannya So Ji Sub dengan tembang kenangan?
Ada satu lagu korea yang bagiku lucu. Gom Se Mari. Lagu lama dan juga lagu anak-anak. Lebih lucu lagi saat So Ji Sub menyanyikannya di Master's Sun (that's just my opinion ^-^).
Cerita pun nyambung ke Asereje, yang katanya lagu pemanggil setan. Entahlah kami tak terlalu peduli juga, karena kata setan obrolan pun berlanjut ke film-film horor, khususnya drama Korea seperti Master Sun, Ghost, dan sebagainya sampai ke artis-artisnya. Dulu di kos aku bertetangga dengan penggemar Kim Soo Hyun pemeran Song Sam Dong di Dream High, kini penghuni bangku sebelahku ternyata sama saja. Kebetulan salah satu dari ada cowoknya dan mengaku penggemar Soo Hyun. Namun rupanya ia salah sambung, Soo Hyun yang dia pikirkan adalah anggota SNSD -_-"
Kawanku yang lain lagi lebih suka Joong Ki yang katanya tampan. Sampai akhirnya aku kembali berpikir ketika ditanya. Aku tak terlalu mengidolakan salah satu artis Korea. Ada pun bukan flower boy. Tapi Han Hyo Joo.
"Kamu lesbi?!"
Aku hanya suka aktingnya dari dulu. Selain itu dengan menonton filmnya aku punya alasan untuk menangis sesukaku ^-^ Jalan cerita filmnya Hyo Joo kan kebanyakan mengharukan.
"Yang cowoklah!"
"Hm..mungkin So Ji Sub."
"Apa kerennya?! Dia sudah tua!"
Hm..sekali lagi suka perannya di film. Ia selalu mengambil peran berkarakter yang.. hero banget ^-^
Inner handsome is the number one! That's why I like him. (meski aku tak tahu, bagaimana dia di kehidupan sebenarnya)
"Hm..iya sih.. Selain itu juga bodynya So Ji Sub bagus."sahut salah satu temanku akhirnya setuju dengan argumenku.
Lalu apa hubungannya So Ji Sub dengan tembang kenangan?
Ada satu lagu korea yang bagiku lucu. Gom Se Mari. Lagu lama dan juga lagu anak-anak. Lebih lucu lagi saat So Ji Sub menyanyikannya di Master's Sun (that's just my opinion ^-^).
2015-10-21
Pet
Waktu sudah banyak berlalu. Dua
tahun sungguh jauh berlalu. Tepat dua tahun mungkin.
Hari ini mereka bercerita tentang
peliharaan mereka. Dua anjing baru, kucing baru. Heboh dengan nama Chico
Jerico, Chika Jesica, dan Spicy. Entah apa saja yang mereka bicarakan
berjam-jam hanya hal itu yang kupahami. Roll film di otakku sibuk sendiri memutar
mundur kembali ke tahun 2013. Aku
merindukan Bumi dan Mars.
Cupang. Begitulah mereka berdua
disebut. Bumi biru dan Mars merah. Dua ekor ikan cupang yang sepertinya akan
sulit kutemukan lagi. Bangsa mereka yang identik dengan julukan petarung,
perkelahian, berantem, atau apalah itu, namun yang kulihat dari mereka adalah
sesuatu yang jauh berbeda dari permusuhan.
Bulan Agustus aku mulai mengenal
mereka. Saat itu aku tak punya akuarium selain toples kaca milik ibuku. Itu pun
hanya satu, jadi kusatukan mereka di satu tempat. Saat itu aku penasaran
bagaimana scene ketika cupang diadu. Hari itu bagiku mereka biasa saja, kalau pun
mereka mati karena berkelahi kurasa tak masalah.
2015-08-08
The Moon Gravity
The Moon Gravity. Itu adalah judul sebuah cerita fiktif yang
kutulis pada awal tahun 2014, yang tak pernah dibaca orang lain selain aku.
Jika cerita itu dicetak mungkin bisa seperti novel. Tapi bukan novel yang bagus, mungkin buat
orang yang sudah paham dunia menulis akan merasa jalan cerita itu terlalu
memaksa untuk ada dan tak masuk akal. Mungkin juga terlalu mudah ditebak.
Cerita itu
berkisah tentang seorang gadis bernama Alice yang barusaja lulus dan
mendapatkan gelar Sarjana Teknik dari jurusan arsitektur. Ia pun bekerja
dalam sebuah tim desainer interior bidang hospitality. Keadaan
pun mengharuskannya menyeberangi laut ke pulau tetangga dua tahun setelah
itu. Dari pulau Osai ke pulau Seu. Alice tinggal bersama sahabatnya.
Suatu malam, gadis itu baru saja keluar dari sebuah minimarket. Namun
dalam perjalanan pulangnya ia tersesat dan berakhir pada sebuah rumah yang
dirasanya adalah rumahnya. Ia pun bertemu seorang pemuda, yang sesaat kaget dan
merasa ada yang aneh dengan Alice, yang kemudian memberitahu kemana ia harus
pergi untuk pulang. Alice pun meminta maaf karena kemampuan spasialnya mengenai
jalan sangatlah lemah di malam hari.
2015-08-07
Complicated Month
Orang sering bertanya, Apa makanan favoritmu? Warna favoritmu? Buah yang paling tak kau sukai? sayur yang tak kau sukai?
Dalam benakku, aku penasaran, dalam satu tahun yang terdiri atas 12 bulan, manakah yang paling disukai dan tak disukai orang? Apakah sama sepertiku? Ataukah jauh berbeda?
Aku sangat menyukai Februari, bukan karena ada hari valentine atau apa, sejak dulu aku tak pernah peduli dengan tanggal 14 Februari itu. Lalu kenapa aku menyukainya? Sebab pertama, ada satu hari yang merupakan hari kelahiran orang yang kusayangi, ayahku. Kedua, pada bulan itu selalu terjadi peristiwa menyenangkan dalam hidupku. Ketiga, peristiwa mengesankan dalam hidupku terjadi pada bulan itu. Februari adalah bulan perkenalan, saat aku bisa mengenal beberapa orang yang cukup berarti dalam hidup. Aku mendapatkan dan mengetahui banyak hal yang begitu istimewa.
Lalu yang kubenci? Aku paling tak suka dengan bulan Agustus. Pada bulan ini banyak kejadian yang mengharuskan aku menjauh dari banyak orang. Bulan yang sangat bertentangan dengan Februari. Perasaan tak nyaman selalu saja tak bisa kuhindari dalam bulan ini.
Lalu adakah bulan yang menjadi bulan paling complicated? I have it.
Oktober. Bulan kelahiranku. Harusnya menjadi hari yang menyenangkan, kan, jika itu adalah hari lahir? Ya, Oktober itu memang menyenangkan. Tapi juga paling menyakitkan. Semua yang paling indah dalam hidupku terjadi pada bulan itu. Namun semua pengalaman terburukku pun terjadi di bulan itu. Jika Februari adalah sebuah perkenalan, Oktober adalah sebuah pertemanan terbaik. Dan apabila Agustus adalah saat untuk menjauh, maka Oktober itu adalah perpisahan. Dalam bulan itu aku harus tersenyum untuk salam perpisahan terindah. Seperti mencapai puncak gunung tertinggi lantas langsung terjun dalam detik itu pula.
Adakah orang lain yang pernah mengalami hal yang sama? Kuharap tidak. Sebab itu sangat menyusahkan.
Dalam benakku, aku penasaran, dalam satu tahun yang terdiri atas 12 bulan, manakah yang paling disukai dan tak disukai orang? Apakah sama sepertiku? Ataukah jauh berbeda?
Aku sangat menyukai Februari, bukan karena ada hari valentine atau apa, sejak dulu aku tak pernah peduli dengan tanggal 14 Februari itu. Lalu kenapa aku menyukainya? Sebab pertama, ada satu hari yang merupakan hari kelahiran orang yang kusayangi, ayahku. Kedua, pada bulan itu selalu terjadi peristiwa menyenangkan dalam hidupku. Ketiga, peristiwa mengesankan dalam hidupku terjadi pada bulan itu. Februari adalah bulan perkenalan, saat aku bisa mengenal beberapa orang yang cukup berarti dalam hidup. Aku mendapatkan dan mengetahui banyak hal yang begitu istimewa.
Lalu yang kubenci? Aku paling tak suka dengan bulan Agustus. Pada bulan ini banyak kejadian yang mengharuskan aku menjauh dari banyak orang. Bulan yang sangat bertentangan dengan Februari. Perasaan tak nyaman selalu saja tak bisa kuhindari dalam bulan ini.
Lalu adakah bulan yang menjadi bulan paling complicated? I have it.
Oktober. Bulan kelahiranku. Harusnya menjadi hari yang menyenangkan, kan, jika itu adalah hari lahir? Ya, Oktober itu memang menyenangkan. Tapi juga paling menyakitkan. Semua yang paling indah dalam hidupku terjadi pada bulan itu. Namun semua pengalaman terburukku pun terjadi di bulan itu. Jika Februari adalah sebuah perkenalan, Oktober adalah sebuah pertemanan terbaik. Dan apabila Agustus adalah saat untuk menjauh, maka Oktober itu adalah perpisahan. Dalam bulan itu aku harus tersenyum untuk salam perpisahan terindah. Seperti mencapai puncak gunung tertinggi lantas langsung terjun dalam detik itu pula.
Adakah orang lain yang pernah mengalami hal yang sama? Kuharap tidak. Sebab itu sangat menyusahkan.
Aku pun berharap semua itu tak terulang dalam tahun ini, dan tahun selanjutnya..
2015-06-28
The Timeless Sunset
Beberapa kali
aku terdiam. Lebih sering dari biasanya? Entahlah. Kemudian aku tahu kau sadari itu. Kau kira aku mengabaikanmu, tapi
tidak. Aku hanya terlalu serius merekam dan membuka rekaman. Seluruh inderaku tengah sibuk bekerja. Tak tahu
kenapa mendadak demikian begitu saja.
Bulatan jingga
itu bukan bulan. Bukan bulan jingga yang membuatku perlahan mengenal
sosokmu. Kini bulan yang bersinar putih melawan di seberangnya. Perlahan bulatan
jingga itu kembali tenggelam untuk kesekian kalinya – mungkin hampir sama
dengan saat aku belajar mengenal butir air laut bersamamu beberapa waktu lalu. Membiarkan lawannya, yang sudah beberapa hari
ini berjuang menghadapinya, menang.
Aku tak tahu,
beberapa hari ini adalah jawaban atau hanya aku yang terlalu bodoh di masa lalu
sehingga aku tak tahu. Jika bulan itu
ternyata memang mampu menampakkan dirinya kepadaku sepanjang hari. Mungkin aku
sudah tak bingung lagi. Tanpa mencarinya aku bisa melihatnya dengan mudah. Sama
seperti aku melihatmu yang kini duduk di antara pasir yang sama, tempatku berada.
Ada saat kau
ingin mengabadikan moment itu. Tapi rupanya takdir tak mengijinkannya. Mungkinkah
mereka berharap peristiwa itu menjadi timeless memories sejati di otak ini? The timeless sunset? Bahwa kita
benar-benar mengingatnya karena kita memang mengingatnya – sepertinya itu akan sulit. Mengingatnya sampai
jangka waktu tak terbatas. Sebab kita sama-sama tak tahu, bulan itu tak tahu,
matahari terbenam itu pun tak tahu, moment itu akan bertahan berapa lama, mungkin hanya sesingkat lima detik hitungan mundur sebelum bulatan jingga itu
tertidur.
Detik itu pasir
terhampar luas. Terlalu banyak. Sebanyak hal yang mampu berubah seiring berjalannya waktu – mungkin. Namun entah bagaimana prosesnya, sesaat aku
merasa mereka menjadi samar. Menipis. Seperti jam pasir pada titik penghabisannya. Gelap. The Timeless Sunset, does it exist?
Ah, kalau pun tak ada, setidaknya aku bisa melihat "UFO" – lighted kites, setelahnya.. :D
Ah, kalau pun tak ada, setidaknya aku bisa melihat "UFO" – lighted kites, setelahnya.. :D
2015-05-24
Dongeng Sebelum Tidur..
AKU INGIN MENGABAIKAN SEMUANYA, AKU INGIN BERPIKIR SEDERHANA. SEMUA ITU
HANYALAH FIKSI. DONGENG SEBELUM TIDUR YANG INDAH. FIKTIF BELAKA. AKU MENCOBA
MENGINGAT TIAP DETAIL SCENE YANG TERGAMBAR DAN AKU SUNGGUH MELUPAKANNYA. AKU
TAK PUNYA KENANGAN SEMACAM ITU. SEBAB ITU TAK TERJADI. SEBAB ITU HANYA FIKSI.
AWALNYA ITU YANG KUPIKIR.
2014-10-20
Masih Tentang Ari: Seharusnya…
Kenapa perasaan itu masih tertinggal?
Rasanya masih sulit bernapas. Saat membuka matanya ia masih belum mampu
terbangun. Ingin rasanya ia kembali tidur sampai ia terbangun dari mimpi itu. Tapi
semua sia-sia. Itu bukan mimpi. Itu adalah kenyataan yang masih sulit diterima.
Peristiwa beberapa hari lalu adalah kejadian nyata yang perih.
“Dik,
mas Ari meninggal.”
Di matanya masih membekas 4 kata itu. Belum
mampu tersingkirkan. Pesan singkat dari Firman itu sudah membantainya.. tiap
waktu sampai detik ini.
“Ini
mimpi. Ini tak mungkin. Pasti ini juga mimpi!” Kata-kata itu terus
digumamkannya.
***
2014-10-17
Selamat Jalan
Baru beberapa jam aku menitip pesan lewat Tuhan untukmu.. namun itu
pun sepertinya sudah tak berguna sekarang. Mas Ari, selamat jalan untukmu..
kini Allah yang mungkin lebih menyayangimu daripada aku telah memutuskan untuk
membawamu pergi menetap di sisi-Nya. Mungkin
itu adalah cara Allah menghentikan semua penderitaanmu.. karena Dia terlalu
mencintaimu dan tak ingin melihatmu susah di dunia ini. Aku harap kau tenang
dan bahagia di rumah barumu.
Sampai saat ini aku masih belum paham benar, seberapa berartinya kau
untukku sesungguhnya, tapi mendengar kau pergi, ini adalah satu hal paling
buruk yang pernah kuhadapi. Namun aku sangat berterimakasih, kau sudah bersedia
pulang ke kota ini dan datang hari itu untuk melihat penampilan tariku. Terimakasih
untuk selalu tersenyum padaku dan memberi semangat juga kenangan indah untuk
adikmu ini. Maaf, jika selama ini aku adalah adik yang nakal..
Seperti yang kukatakan sebelumnya, sesungguhnya aku sangat ingin
bertemu denganmu lagi, bahkan baru kemarin aku bermimpi kau telah pulang. Selama
ini juga aku selalu menunggu saat untukmu kembali, dan kita menjadi partner
kerja yang baik.. dan aku juga bisa menraktirmu minum dengan gaji pertamaku nanti,
seperti janjiku. Tapi ternyata,, kini aku tak bisa bertemu mas Ari lagi. Kau sudah
pergi bahkan sebelum aku menyelesaikan kuliahku.. padahal aku sangat ingin kau
bisa melihat muridmu ini adalah murid yang cukup baik dan pantas bekerja
denganmu di satu studio, satu studio yang kita impikan, satu studio yang kita
bangun bersama.. Tapi rupanya kau sudah terlalu lelah untuk menantiku lulus, dan kini aku harus sampaikan salam perpisahan untukmu..
Kini aku mengerti maksudmu, saat
kau berkata kau sudah tua, mungkin saat itu kau sudah merasa usiamu tak bisa
lebih panjang lagi. Tapi aku juga bukan anak SMP seperti katamu, setelah ini
aku harap mas bisa lihat itu. Aku harap juga suatu saat kita bisa bertemu lagi
di sana.. Mas Ari, kita semua sayang mas Ari. Selamat jalan..
Allah, Tolong Sampaikan Padanya..
17 Oktober 2014, 04:45 PM, itulah
yang tertera pada sudut notebook-ku saat
aku mulai menuliskan ini.
Hari ini kubuka pintu dunia maya,
lantas kulihat sibuknya pengantar pesan dan penyebar berita pikiran, juga
mungkin perasaan. Kalau dibahasa Indonesiakan, namanya jadi Buku Wajah. Sesaat
kembang api warna-warni menyala-nyala, membentuk satu siluet senyum, selayaknya
anak kecil mendapat sekantong coklat. Dalam arti semua baik-baik saja.
Sampai tak lama, aku juga lelah
mengatakannya, ingin tetap melihat kembang api yang cantik itu. Namun yang ada
justu ledakan besar dengan virus pelumpuh. Seseorang telah memasang bom kata-kata yang
dapat melumpuhkan semua yang melintas diareanya. Ia tak kukenal, tapi aku tahu rumah siapa yang di pasangi bom
olehnya, hingga jelaga kata itu membekas di Dinding rumah orang itu, membuat
semua orang yang melintas di halaman rumah itu bersedih.. Ini tak mungkin, ini
tak mungkin pikirku..
Akan tetapi kebenaran memang
demikian, kini pemilik dinding itu tengah
tak sadar sepenuhnya. Ia terbaring lemah diruang rawat intensif di RSPP Jakarta
Selatan. Karena bom? Tentu saja bukan. Bagiku jauh lebih menyeramkan daripada
bom. Membaca tulisan di dinding rumahnya membuatku menangis. Mengapa? Apakah
aku sedemikian dekat padanya hingga menangis? Aku telah lelah menangis, pun
orang lain pasti telah jengah melihatku meratap. Tapi aku masih saja bersedih?
Hanya beberapa kali mata ini
bertemu dengan sepasang mata yang dimilikinya. Bahkan bisa dikatakan hanya dua
atau tiga kali. Dalam waktu yang begitu singkat. Seseorang yang kukenal ini
suka menggunakan nama Piano, katanya lebih keren dari Piono.. tapi aku hanya
tahu nama awalnya, Ari, mas Ari, hanya begitu aku selalu memanggilnya. Kami pun selama ini hanya bertukar kalimat atau
paragraf yang kami tulis secara
bergantian dalam buku wajah itu. Apa yang kulihat hanya kata-kata dan foto yang
diganti berkala olehnya, begitu pula dengannya. Selebihnya, kami lalui
percakapan lewat seluler.
Allah, aku tahu jika detik ini
Kau berada dekat dengannya, jika Kau membaca tulisan ini, aku mohon, sampaikan
padanya, bahwa aku ingin ia segera bangun dengan sehat. Katakan padanya, jika
ia harus kuat, dan Allah, bantulah agar kembali normal seluruh oragan dalam
tubuhnya, semua yang menyebabkan ia kesakitan, hanya Kau yang sanggup berikan
kesembuhan padanya, Allah. Sebab ia terlalu muda untuk menderita. Keluarga kami
sudah cukup lama menderita.
Walaupun kami tak ada hubungan
darah, bagiku ia adalah sosok kakak untukku, Allah, bahkan kalau pun ia tak
pernah menganggap seorang adik. Namun ia yang mengajarkanku bagaimana cara bertahan di dunia yang
kutempati sekarang. Ia yang membantuku belajar menjadi manusia malam, memahami arti
kata matra, membimbingku menari di atas meja kaca, dan menuntunku mengayunkan
pena, serta ialah yang mengenalkanku pertama kali pada liku-liku bangunan dunia
pendidikan ini. Kami telah berjuang bersama untuk sampai pada titik ini. Namun
kini aku sadar, jika aku tak pantas menjadi seorang adik baginya, aku bahkan
tak tahu jika ia telah menahan penderitaannya sendiri selama ini di
perantauannya.
Tapi Allah, bisakah aku tetap
meminta pertolongan pada-Mu? Bantu aku ingatkan padanya, Allah, jika ia masih
punya janji padaku, dan juga pada adik-adiknya yang lain untuk kembali ke kota
ini. Katakan jika kami punya janji makan bersama lagi.. dan juga tolong sampaikan
pula kalimat ini,
“Mas Ari, ini
Tya, kali ini aku telah menyebut namaku, jadi kau tak bisa lagi berpura-pura
untuk melupakan namaku hanya untuk membuatku kesal.. Kali ini aku tak lagi
mengganti nomorku, jadi jangan lupa beri aku kabar, bahwa kau baik-baik saja. Disini,
kita, bersama saudara lainnya, masih harus membangun studio konsultan impian kita
sendiri. Disini, kami, terutama aku, menunggumu..”
2014-09-02
My Thanks to..
Seperti kata seorang teman, tahun-tahun memang
terasa berlalu begitu cepat. Ntah karena memang demikian, karena terlalu mencintai segala proses atau kita yang tak
mampu menghitungnya dengan benar..
Ada banyak periode telah terlewati.
Masing-masing memiliki kisahnya sendiri. Suka dan duka. Selayaknya hidup manusia
pada umumnya., dan pastinya kita tak pernah sendiri.
Seiring jarum jam yang terus berputar -
dengan baterai yang terus berganti,
manusia pun tak selamanya tetap. Mereka, teman-teman kita pun tak selamanya di
samping kita. Dan kepada kalian para manusia yang pernah menemaniku, kuucapkan
terimakasih..
Pada seorang teman dekat – yang mungkin
kini kita tak sesering dulu bersama, terimakasih banyak telah menjadi teman
curhatku di masa lalu. Bersamamu tahun-tahun awal kita kenal, awal masa kuliah semuanya
berjalan dengan sangat indah. Semoga ada kesempatan lagi, untuk kita berbagi
cerita di balkon jemuran, untuk kita kedinginan bersama di saat subuh, berbagi
ikat rambut dan jepit lidi, berbagi cermin, berbagi make- up dan berbagi banyak hal.. aku takkan pernah melupakan
segala jasamu! Ayo kita nge-mix music
dan menari bersama lagi lain kali!
(Ingin wisuda bareng juga, tapi rupanya kau lebih rajin dariku.. jadi
sepertinya akan sulit..)
Terimakasih juga untuk ‘Sang
Matahari’, Kekasih pertamaku?
Kekasih palsuku? Siapa pun itu, bagiku kau adalah matahari sesaat untukku.
Sebuah matahari yang cemerlang, berkilau dilangit, dengan segala kemegahan,
namun terlalu panas untukku. Meski hanya menjadi ‘kekasih palsu’mu, aku tetap
berterimakasih padamu, kau telah memberiku banyak kenangan indah – meski juga
pahit. Saat bersamamu, untuk pertama kalinya aku merasa seperti memiliki
seorang kekasih sungguhan(karena deklarasimu tentang hubungan kita hari itu,
dan dengan semua perlakuanmu di hadapan semua orang). Memiliki seseorang untuk
berbagi coklat valentine, merayakan ulang tahun bersama, dan menghabiskan
banyak waktu berdua. Bersamamu aku merasa seperti seorang Cinderella yang
kehilangan sepatuku sampai akhir. Meski akhir kita tak menyenangkan, kuharap
kau tak menyalahkan dirimu sendiri. Jangan lagi memaki dan menampar dirimu
sendiri karenaku. Sebab itu juga menyakitiku.. Maaf aku tak bisa menjadi
seseorang yang kau inginkan. Kuharap dua kali itu cukup memberimu pelajaran. Semoga
kau bisa temukan gadis lain yang lebih baik, yang bisa memberikan semua
kebahagiaan untukmu!
Selanjutnya kuberikan penghargaan besar
untuk ‘Sang Langit’, yang selalu
memperhatikanku, yang telah membantuku setiap saat dan selalu ada tiap saat aku
membutuhkanmu, meski panas terik, bahkan rela basah kuyup saat hujan(terimakasih
atas pinjaman ponconya), dan bahkan saat harus menempuh jarak jauh pun, kau
selalu datang untukku. Sudah pasti aku takkan lupa pada semua jasamu, semua
tugas akhir semesterku adalah kenang-kenangan darimu. Terimakasih untuk mobil
foam mini yang keren, semoga kau bisa benar-benar dapatkan cita-citamu, menjadi
pencipta mobil hebat nanti, yang benar-benar jauh lebih hebat dari Apatte! :D
Juga yang pasti pada temanku yang satu ini. Hingga sekarang
aku masih ingat bagaimana kau memberikan uluran tangan dan memberiku semangat.
Untuk pertamakalinya aku merasa itu adalah dukungan ajaib yang membangkitkan
semua keberanianku. Kau memang teman yang terlalu baik – mungkin harusnya kau
tak terlalu baik sehingga takkan ada teman-teman kita yang ‘kecewa’ karena kebaikanmu. Terimakasih telah memberiku banyak kenangan
tentang cinta ala dongeng. Terimakasih untuk semua kebetulan, semua malam indah
yang kau bagi untukku. Mungkin memang bukan kau yang pertama untukku. Tapi
hingga saat ini, kaulah magic
terindah yang pernah kudapat. Seperti seorang hero, kau mampu menyembuhkan semua rasa sakit yang tengah kualami.
Aku harap ada kesempatan lagi di masa depan untuk kita bertemu lagi. Duduk
berdua di atas batu puncak tebing itu, memandangi sejuknya pedesaan, mengamati
detail pancaran air yang kau tunjukkan padaku dan berbagi cerita tentang kita, free high! Berharap ada lagi kesempatan
untuk kita tertawa bersama dalam keheningan seperti malam itu. Terimakasih
telah menjadi bulanku di banyak malam, memberi sedikit celah kesibukanmu
untukku, meski hanya dalam periode singkat. Even
it’s just in the past time, even it’s not as much as you with others, even it’s
just ordinary things, but I hope you‘ll never forget it!
Kemudian thanks a lot to
teman gulung-gulungku (tidur, novel-an, nonton drama, tidur lagi..bahkan
kadang sampai nggak mandi). Pengoleksi novel and film anime serta J-Drama. Sketsamu benar-benar super! Masa-masa
indah, saat kita bermimpi bersama-sama tentang seorang pangeran tampan yang kan
mengahmpiri kita, kepo-in Yamapi dan
artis lainnya, sampai nge-net
malem-malem di teras gedung kuliah orang. Saat kita bareng kita benar-benar O
dan B sejati.
Berikutnya kuberi ucapan terimakasih pula pada temanku yang
sudah sering menjadi teman tidurku.. si AB sejati. dengan sejuta peristiwa
misteri yang menegangkan, dengan banyaknya perjalanan jauh kita, bahkan sampai (terlalu
sering) tersesat dan sakit perut bersama.. lain kali kita harus browsing dan pelajari medan tujuan kita
sebelum pergi! Kuharap kau takkan
menangis lagi karena pria semacam itu. Tapi sekarang aku tahu kenapa kau bisa
menangis seperti itu. Dia memang terlalu..
Sama seperti si B sejati, AB sejati, padamu A sejati terimakasih
banyak sudah beri tumpangan tempat tidur dan gulung-gulung, dan saranku jangan
terlalu jadi pemikir! Kita pun sekarang nggak boleh lagi ngerasa hopeless. Perjuangan kita tinggal
selangkah lagi! Kalau sudah selesai ayo kita bersama-sama cocokan lagi hidup
kita dengan komik golongan darah dan tertawa bersama lagi!
The last,
kepada seseorang yang.. sebenarnya dulu aku sangat kesal padamu, sudah membuat
temanku menangis, semalaman, sebelum kami berdua pergi, sampai akhirnya temanku
bangun kesiangan, dan kami ketinggalan kereta. Akhirnya aku harus mengeluarkan
uang 100 ribu untuk pesan kereta lagi! Tapi aku tetap ucapkan terimakasih,
sudah mau mengantarku kemana-mana, sampai berhujan-hujanan juga. Serta
gambar-gambar tentang bulan, pelangi, gunung, dan keindahan langit lainnya (Sumpah dah, aku pasti bakal selalu ingat kamu tiap kali lihat bulan :D ).
Terimakasih sudah menghiburku tiap kali aku sedih (kau new moon yang memiliki
karakter yang.. merupakan kombinasi 'bulan' dengan 'langit') – aku tak tahu bagaimana bisa tapi kau selalu saja
terlihat seperti cenayang yang mampu baca isi pikiranku. Bahkan saat aku teringat tentang dirimu, dan ragu untuk memanggilmu, kau selalu muncul lebih dulu memanggilku kemudian. Aku suka lagu yang kau
kirim itu, Moonlight-Yiruma.
Terimakasih sudah menjadi teman terbaikku. Maaf jika aku tak berhasil merawat
ikan-ikan yang kau berikan, maaf juga aku mengubah akuarium yang kau beli untukku
menjadi tempat tanaman – tapi di dalamnya tetap ada ikan-ikan kecil kok, buat pajangan di ruang tamu! Kau temanku yang paling cool!
^-^ Terimakasih sudah jadi guru
sketchup-ku, guru photoshop, guru autocad, dan guru di banyak hal. Terimakasih juga sudah mendoakanku untuk segera dapat hidayah berhijab :)
2014-08-20
#Curhat: Confusing
Cinta itu membingungkan. Bisa dikatakan plin-plan. Kadang suka kadang benci.
Ada saat tak peduli, tetapi sejenak kemudian merasa penasaran dan ingin tahu. Orang sering berkata "Aku beralih pada B karena ia lebih keren dari A." Tak lama kemudian, "Aku bosan dengan B, C lebih baik orangnya." Belum seminggu sudah berkata lagi, "C itu jelek, sekarang aku bersama D yang lebih tampan."
Padahal A, B, C, dan D pun sesungguhnya tak terlalu berbeda. Barulah saat dia sendiri tanpa siapa-siapa ia akan melihat semua kebaikan A, B, C yang bahkan jika diamati ternyata A, B, C, dan D itu pun memiliki karakter wajah yang sama.
Itu semua karena cinta seperti jaelangkung. Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Seenaknya sendiri, mengacaukan kesadaran manusia. Sama sepertiku, mungkin, 7 tahun lalu aku pernah menyukai seseorang. Lalu detik ini aku telah dua kali menyukai orang lain. Ketiganya dari dunia berbeda, karakter kepribadiannya juga bervariasi. Namun satu yang tak jauh berbeda, yaitu wajah. Aku baru sadar mereka mirip. Kata orang-orang yang sudah lama hidup itu ternyata benar.
Tak hanya itu, seseorang yang sudah lama dikenal sejak 8 tahun lalu pun selama ini terabaikan, tak pernah singgah dalam otak dan hati mendadak hanya karena satu kali pertemuan bisa langsung dicintainya. Itulah uniknya cinta yang membingungkan.
Perasaan manusia mudah sekali berubah. Hanya seperti air yang mengalir. Selalu dipengaruhi wadahnya dan kondisi sekitarnya. Seperti angin yang berpindah setiap saat. Ada saat 5 tahun seseorang bisa dikatakan terobsesi pada seorang teman sekelasnya yang bernama H. Padahal 1 tahun sebelumnya ia "gila" pada sahabat H dalam tiga serangkai itu, yaitu si B. Yang satu lagi ia tak terlalu memperhatikannya. Ntah kenapa ia pun tak tahu. Padahal yang satu itu, si T sangatlah keren jika dibanding dua orang yang membuatnya "gila". Itu contoh lain dari anehnya cinta, yang disebut Cinta itu Buta. Tak bergantung pada fisik seseorang, melainkan kepribadian - dalam arti kepribadian yang sesuai dengan individu yang mencintai karena bisa saja si T pun tak hanya keren fisik tapi juga pribadi.
Kebanyakan orang membuat list panjang tentang tipe pria atau wanita idamannya. Kata "tampan" atau "cantik" relatif sering muncul. Bahkan seolah jadi poin utama. Namun kenyataannya, ketika cinta itu datang, ketampanan dan kecantikan itu seakan tersihir lenyap dari kamus mereka. Ketika ada kasih sayang semua tampak indah dengan sendirinya. Itulah cinta dari hati. Bukan sekedar cinta dari mata. Bukan otak, bukan untuk dipikir, tapi hati, cinta untuk dirasakan.
Ada saat tak peduli, tetapi sejenak kemudian merasa penasaran dan ingin tahu. Orang sering berkata "Aku beralih pada B karena ia lebih keren dari A." Tak lama kemudian, "Aku bosan dengan B, C lebih baik orangnya." Belum seminggu sudah berkata lagi, "C itu jelek, sekarang aku bersama D yang lebih tampan."
Padahal A, B, C, dan D pun sesungguhnya tak terlalu berbeda. Barulah saat dia sendiri tanpa siapa-siapa ia akan melihat semua kebaikan A, B, C yang bahkan jika diamati ternyata A, B, C, dan D itu pun memiliki karakter wajah yang sama.
Itu semua karena cinta seperti jaelangkung. Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Seenaknya sendiri, mengacaukan kesadaran manusia. Sama sepertiku, mungkin, 7 tahun lalu aku pernah menyukai seseorang. Lalu detik ini aku telah dua kali menyukai orang lain. Ketiganya dari dunia berbeda, karakter kepribadiannya juga bervariasi. Namun satu yang tak jauh berbeda, yaitu wajah. Aku baru sadar mereka mirip. Kata orang-orang yang sudah lama hidup itu ternyata benar.
Tak hanya itu, seseorang yang sudah lama dikenal sejak 8 tahun lalu pun selama ini terabaikan, tak pernah singgah dalam otak dan hati mendadak hanya karena satu kali pertemuan bisa langsung dicintainya. Itulah uniknya cinta yang membingungkan.
Perasaan manusia mudah sekali berubah. Hanya seperti air yang mengalir. Selalu dipengaruhi wadahnya dan kondisi sekitarnya. Seperti angin yang berpindah setiap saat. Ada saat 5 tahun seseorang bisa dikatakan terobsesi pada seorang teman sekelasnya yang bernama H. Padahal 1 tahun sebelumnya ia "gila" pada sahabat H dalam tiga serangkai itu, yaitu si B. Yang satu lagi ia tak terlalu memperhatikannya. Ntah kenapa ia pun tak tahu. Padahal yang satu itu, si T sangatlah keren jika dibanding dua orang yang membuatnya "gila". Itu contoh lain dari anehnya cinta, yang disebut Cinta itu Buta. Tak bergantung pada fisik seseorang, melainkan kepribadian - dalam arti kepribadian yang sesuai dengan individu yang mencintai karena bisa saja si T pun tak hanya keren fisik tapi juga pribadi.
Kebanyakan orang membuat list panjang tentang tipe pria atau wanita idamannya. Kata "tampan" atau "cantik" relatif sering muncul. Bahkan seolah jadi poin utama. Namun kenyataannya, ketika cinta itu datang, ketampanan dan kecantikan itu seakan tersihir lenyap dari kamus mereka. Ketika ada kasih sayang semua tampak indah dengan sendirinya. Itulah cinta dari hati. Bukan sekedar cinta dari mata. Bukan otak, bukan untuk dipikir, tapi hati, cinta untuk dirasakan.
Subscribe to:
Posts (Atom)



