2023-06-28

Cita-cita

Again, teringat pertanyaan teman, guru saat masih kecil, "Apa cita-citamu?"

Aku pun menjawab, "Arsitek". Saat itu kupikir itu hanya profesi impossible semacam Presiden yang gak semua orang bisa dapet gampang. Bahkan saat SMP dan SMA udah lupa cita-cita itu. Mikirnya mau jadi pelukis, seniman, atau pekerjaan yang menarik lainnya. Bahkan sempat berpikir mungkin jadi pengangguran karena lihat banyak orang susah cari kerja. Sampai pas mau lulus bingung milih jurusan universitas, akhirnya kembali iseng dengan jurusan arsitektur.

Jika aku ditanya lagi kali ini, cukup membingungkan untuk menjawab. Jadi arsitek itu menyenangkan, tapi kadang juga membosankan. Ya namanya juga kerja, bisa bikin lelah. Selain itu semakin bertambah umur semakin banyak keinginan. Semakin tua semakin merasa progres hidup ini kurang. Tapi tentu aku bersyukur, walau tak sekeren orang lain, setidaknya ini hal yang ada di kehidupanku ini menyenangkan. 

Bermula dari nama folder di laptop pada masa kuliah, RistVideo, RistMusic, RistData, dll. Aku cukup narsis dengan namaku. Lalu berlanjut dengan akun medsos Rist_storypict, yang berisi gambar random tentang imajinasi dan pengalaman hidupku. Entah, sepertinya proses cukup lama menjadikannya sebagai Rist Art. Unexpected nama iseng itu jadi nama produk/toko (Alhamdulillah, I have a great hubby). 

Lalu jika ada yang bertanya, kenapa berubah lagi menjadi Ristation sekarang? 

Itu sebenarnya satu dari cita-cita yang baru muncul. Ristation itu harapannya menjadi 'my own station', station kumpulan berbagai hal. Rist Art (fine art & souvernir), Rist Apparel (fashion products), Rist Corner (architectural design/rendering), Rist Wardrobe (dress rental). 

Yah, tapi hanya Allah yang tahu apa yang ada di masa depan, mana yang bisa kudapat atau tak dapat semuanya. It's just 'cita-cita' after all.

Once, coba mulai bisnis rental busana, with my mom, tapi Allah udah ngajak pulang my mom, so I have no idea. Padahal udah ada baju-baju yang hampir jadi. 

Jadi entah bagaimana dg 'divisi' lainnya. Sedang usaha, tapi namanya manusia banyak alasan buat macet, atau ini itu. Semoga aja everything gonna be okay,  😂.


2021-08-26

Grieve

Time flies like an arrow. So fast & unpredictable.

Puluhan tahun telah berjalan, dan kini memasuki masa di mana mereka perlahan pergi meninggalkan kita. 

Di dalam rumah, atau pun di luar. Tak ada yang mampu menjamin atau pun mengubah takdir. 

Dalam kebingungan itu, tak satu pun mampu menjawab, mana yang lebih baik atau lebih buruk.

Menentukannya sendiri, atau bersama orang lain tidaklah memberi perbedaan hasil yang signifikan.

It's time to stop the denial. Just accept it. Everyone leaving to another world in the end.

Hope we can meet & have happy reunion someday, in the next life....

See you! God bless you!

2020-10-08

Fiction

That virus is exist for real this year. Those names and those conspiracy too. 
Next about electricity sabotage. Is it will be happened for real too?
Let's see 2023

2019-10-17

Dream



Lortfa dengan berat membuka matanya. samar-samar terlihat olehnya langit-langit kayu yang usang menyorotkan sinar dari celahnya.
"Kak, cepat bangun!" gugah dua orang anak kecil di sampingnya.
Gadis berkemeja putih dan rok biru itu masih mencoba mencerna apa yang sedang terjadi, namun ia hanya bisa menurut saat anak laki-laki dan perempuan itu menariknya.
"Lewat sini kak!"ajak mereka melewati pintu belakang lumbung padi tersebut. Hingga mendadak di kejauhan terdengar seruan, 
"Itu mereka!"

2019-06-03

30 Minutes Trip: Catch The Moment



“Hi, It’s been so long. How are you? Seems you are changed a lot. You keep grow up. Getting bigger.
Hmm…, about me? I’m fine, oh no, I’m good. It’s just too nice to see you again.” I was smiling and keep walk along.
“I wish…, many wishes I have right now. If I could turn the time back to the past. But, well, I’m happy as it is now. They are good memory after all. Nothing to regret if we should go our separate ways.”

2019-04-19

What I Feel Today


I feel honored to have this life. At least for today. 
What's so good? Grow up. Be brave!

Setelah cukup lama berpikir dan merasakan banyak hal yang mungkin kurang nyaman, setidaknya kali ini aku menemukan tempatku.
Hal yang tak bisa kulakukan saat kecil adalah bekerja. Dengan bekerja aku bisa mendapat hasil dan membeli apa pun yang kuinginkan. Dari situ aku bisa lakukan apa pun yang kumau.

For example: Play games..

2019-01-13

Toram Online Dorama on Instagram

Lortfa as Inori Guilty Crown

It’s not an important thing on many eyes. Somehow, it’s big enough for me in this new year. A bit funny, that I was drown to a world. It’s started from last year, when unexpectedly I play a game and join a game forum.

2018-11-10

No Title


It’s not because of I was changed. Maybe a bit. But doesn’t mean I hate to call you or to be called.

2018-11-02

Resto Favorit di Bali


Hari kebetulan sedang kosong pekerjaan, dan aku lapar, lalu seperti biasa, mencari kegiatan. So I write this post. Why? Sebagai reminder hari tua aja, karena itu kutulis beberapa tempat makan favorit beberapa bulan (mungkin juga tahun) terakhir ini.

1.       Paphio’s Patisserie



Bukan karena apa-apa, hanya tempat ini paling dekat dengan tempat tinggal, cukup jalan kaki. Lokasinya di Jalan Tukad Yeh Aya 112A, Renon, Denpasar Selatan. Tempat ini bisa dibilang kecil tapi cozy. Terutama saat malam dengan kelap-kelip lampunya yang sangat menghibur. Pas untuk makan malam atau sekedar ngopi sepulang kerja, killing time nunggu ngantuk. Sayangnya café ini libur setiap Senin.

2018-01-26

Year End Trip - Secret Garden Sambangan

Aling-aling Waterfall

     Akhir tahun 2017 itu kututup dalam sebuah perjalanan. Mandaki gunung, lewati lembah, sungai pun mengalir sangat indah. Apakah ini perjalanan yang menyenangkan, atau tidak? Semuanya hanya tentang pilihan. Mana yang akan lebih baik untuk tersimpan.
     Dalam rangka apa tulisan terlambat ini terposting? Dalam rangka aku kebanyakan waktu luang di kantor. Tender package drawing berbagai proyek barusaja selesai dan kebanyakan dari staf harus menunggu instruksi selanjutnya dari principal
     Well, perjalanan dimulai pada tanggal 30 Desember pagi hari. Aku pergi berempat dengan 3 orang rekan perjalanan. Kami berkumpul pukul 7 pagi di kosku di Denpasar Selatan. Tujuan pertama kami adalah Secret Garden Saambangan. Lebih tepatnya adalah wisata air terjun Aling-aling. Setelah berhari-hari cemas, syukurlah cuaca hari itu cukup cerah. Perjalanan ditempuh dalam waktu 3 jam tepat.
     Sesampainya di lokasi pembelian tiket masuk, area itu penuh dengan wisatawan asing. orang yang berwajah lokal hanyalah rombongan kami dan para petugas tempat wisata. Setiap wisatawan, baik asing maupun domestik ditarik biaya Rp 10.000 per orang untuk dapat jalan-jalan dan menikmati pemandangan beberapa air terjun di kawasan tersebut. Namun bagi yang ingin berenang, atau uji nyali dengan beberapa wahana alaminya, pengunjung akan dikenakan biaya mulai dari Rp 125.000-Rp 250.000 per orang, tergantung paket kunjungan yang dipilih. Ada Short Trekking, Medium Trekking, dan Long Trekking
     Seusai membeli karcis, kami berempat kembali melanjutkan perjalanan naik dengan motor menuju area parkir. Petugas loket berkata kami dapat parkir di halaman Krisna Adventure. Somehow, kami malas bayar karcis dan memlih parkir di depan sebuah warung yang juga jalan setapak utama menuju air terjun. Pada perjalanan kali ini, berhubung kami berencana menginap di daerah Pantai Lovina, kami membawa banyak barang, finally,  kami perlu menitipkan barang kami di warung saat membeli air mineral.
     Kami pun berjalan melewati area persawahan, kemudian turuni tangga. Beberapa menit setelah itu pun kami sudah menemukan sungai. Akses menuju air terjunnya tergolong mudah. Masalah licin di beberapa spot itu sudah standar.



Di sepanjang jalan, banyak spot saluran air dan jalan setapak yang cukup eksotis penampakannya.
Tak terlalu lama untuk sampai di Aling-aling Waterfall. Secret Garden Sambangan ini terkenal memiliki 7 spot air terjun. namun kami tak terlalu paham saat itu dimana saja 7 spot tersebut dan hanya bertemu 4 air terjun. Hingga saat ini di Bali masih musim hujan, begitu pula hari itu, sehingga kami buru-buru keluar dari tempat itu ketika mendung menebal.


Ketika sampai di lokasi, seius, airnya sangat menggoda. Airnya begitu jernih dan sangat dingin. Warnanya yang kehijauan pun berkesan begitu sejuk dan tenang. Setengah hati menyesal karena hanya membeli tiket kunjungan. Namun kami pun sebenarnya tak berencana mencoba kegiatan sliding & jumping-nya sekali pun membayar paket trekking.

Kroya Waterfall


Twin Waterfall

Pucuk Waterfall

2018-01-17

Random Talk


Seperti yang tertulis pada bagian judul, ini hanya catatan random. Bermula dari terputarnya sebuah playlist musik yang berjalan secara acak. Kami duduk berdampingan, bukan bermesraan, hanya menatap laptop menghadapi sebuah gambar kerja. Hingga sebuah lagu itu terputar. Dia tampak begitu bersemangat, tak kukira ia yang biasanya lebih menyukai musik bermelodi lembut ternyata pernah menyukai dan kini merindukan lagu semacam lagu yang detik itu terputar.
Musik itu adalah lagu yang sangat kusukai ketika SMP. Sesaat seperti kebetulan. Hingga kemuadian aku menemukan bukan hanya satu, melainkan dua lagu. Kami memliki lagu favorit yang sama di masa lalu. Entah kenapa aku terharu. Kami berbincang seakan kami sekolah di tempat yang sama, memiliki masa lalu yang sama. Malam itu aku sebenarnya sedikit badmood, namun membicarakan memori acak itu, aku merasa seakan kami pernah bertemu sebelumnya. Mungkin lebih tepatnya aku melihatnya sebelumnya.
Bagaimana mungkin aku tak menyukainya? Pikirku detik itu. Meski aku tak yakin, siapa sebenarnya yang sedang kupikirkan saat itu. Tokoh ilusi masa lalu, atau dia yang nyata di depanku dengan berbagai sisi mirip. Ya, aku kembali membicarakan tokoh khayalan itu lagi. Kupikir aku takkan membahasnya lagi, namun dia yang bersamaku seakan hasil karya yang keluar dari 3D printer, semua harapanku di masa lalu tercetak dalam dirinya. Bahkan kata yang terucap olehnya sama seperti yang terdengar dalam halusinasiku di masa lalu, saat ia berkomentar tentang lagu tersebut. Ekspresi dan tingkah yang ditampilkan menunjukkan reaksi yang sama.
Beberapa jam bersamanya malam itu serasa aku memasuki dunia lain. Itu adalah kejutan yang mungkin akan membuatku sulit untuk membencinya. Aku sendiri bahkan tak percaya, jika aku bisa berkata semacam ini.
Bagaimana tak terkejut? Secara random ia mulai membicarakan tentang sebuah kalung locket. Sebuah benda yang entah jaman sekarang masih banyak atau langka keberadaannya. Kalung berliontin bentuk hati, yang dapat dibuka tutup, dan di dalamnya dapat diisi dengan potongan foto couple. Detik itu aku - bukan Nana ataupun tokoh lain, seperti mundur kembali ke masa lampau, hanya saja kali ini, sekali lagi kukatakan, ia adalah manusia nyata yang dapat terlihat oleh semua orang.

2017-12-05

Timeless Memories II: Night Lover

 Listen to my favorite song, Yiruma - Moonlight, and Laura Shigihara - Everything's Alright, then enjoy the night. You'll see there are so much love in the air. Play the song from Selena Gomez - Fly to Your Heart and let your heart fly to the sky. These moments are the prove of love existence. Some of them may be a bit bitter, but the fact, it's the one that make us stand still, alive and survive. Love is our home, just like the lyric of Hear'Say - The Way to Your Love.






See also Timeless Memories

2017-03-25

Before The Pigeon

Once upon a time, before the pigeon back to be carrier. 

"Trust him! He really loves you. He never meant to be a cheater or break your heart. He has his reason. He wont make you disappointed anymore. He takes this hardway, and all the best things for you. I'm sure. Whatever it takes, he'll never leave you, he'll come back to you. And he's on his way to you now. He wont hurt you like I did. If this word is wrong, I'll be the first who tell you. I'll be the first who apologize. Maybe I just didn't have any sensibility. I'm a bad guy, even now, who didn't know what to do, while we didn't have much time to talk to make clear everything. But everything's different now. He's different. He's a good man. So just trust him,"  the postman said, make sure the pigeon will come back later, and send the letters directly. And the next time that pigeon will deliver all things without being late.

"Well, I know. About us, even I don't really understand what's problem that you mean between us exactly but I know you're not the only one who were wrong. It could be my fault too, or we were in the wrong place, wrong time, and wrong circumstance. Afterall, thanks for being good to me, to him, thanks for being our best friend all these times," the mailbox said.

2016-12-18

The World End

“Tunggu aku, okay?! Aku akan kembali. Aku pasti kembali. Hanya saja bersabarlah. Memang agak lama, tapi aku yakin kau akan kuat. I’ll always be yours.” kata Chander pada Terra.
“I hate you.” sahut Terra lirih, dan Chander tetap bergerak. Perlahan, pemuda itu pun terbang, menipis, dan menghilang ditelan gelapnya malam.
Terra tertunduk. Berjalan kembali, pulang. Kembali ke dalam kamar kecilnya yang penuh dengan seratus buah lonceng angin di langit-langitnya. Riuh menyambutnya. Nyanyian Moana di halaman yang biasanya membuatnya tenang kini nyaris tak tertangkap daun telinganya.
Gadis itu dengan lemah meraih secarik kertas coklat usang. Duduk di bangku kayu tuanya, mengambil sedikit tinta dengan penanya, dan menorehkannya. Entah berapa lama proses itu diambilnya. Entah berapa ratus, ribu, juta kali jarum jam tua berdetak. Bersautan dengan gemerincing lonceng, deburan angin, nyanyian pasir di teras rumah Moana.
“Dear Chander, 
Let me tell you something. The atmosphere here.
So dark in the deep heart. Tear, rain, torn the time.
As if it will never end. Cloudy earth at night.”

2016-12-17

My Year End Note

Masih teringat satu tahun lalu. Ketika sembilan bulan serasa bertahun-tahun menjadi senior. Sekarang satu tahun rasanya seperti baru beberapa minggu. It’s fun, memiliki penanda yang mudah diingat. Bagi mereka adalah pesta natal, acara tukar kado, secret santa, etc. Bagiku, ini perayaan satu tahun aku berada di antara mereka.
Saat pertama, aku hanya tamu tak diundang, asing. Seperti berada di dunia lain. Just nothing among them. The lucky me, I have supporter there. As usual, with hardworking, only that way I can entering a world. Some months ago I said I’m happy, but now, at least till now, I’m so much happier. Last night party, half of it, was mine!
Last year, they looked at me, stared me, as if I’m an alien. Now, their eyes smiling, as if I’m the most amazing person among them. Allah, thankyou, You’ve give me this hands, You’ve give me this eyes. Thanks for give me this happiness.
Yeah, eventhought I have to face my new year, I wish I wouldn’t face any difficult choices. If I have to, help me again then. Help me, put me to the place where I should be.                                                                                                                                                                                                                                                                  
 When I tried to save this note, suddenly I found my last year note. The title is “Where I belong to?” When I felt dizzy, as if I can’t face it, as if I can’t laugh with them. But, finally I can get my joy with them. Everything become so much better. So much. Too much. Thanks God. Thankyou very much!

2016-11-22

Amnesia

Enyahlah kau pahit
Pergilah sepi
Pening hening ini menggigit
Perih rintihan hati terkunci

Matilah saja kau
Atau bunuhlah aku
Dekat enggan, pergi tak mau
Kau pikir aku kamar mandi?
Tuk tinggal menolak, kuhilang kau meraung

Aku layaknya wanita malam
Dibawa terbang saat pekat
Layaknya angin dingin tuk sulutkan apimu

Ku lelah, ingin diam saja
Ku begah, jika tinggal kau hilang dalam sekejap
Aku bukan ekormu
Bukan kupu-kupu malam
Bukan pula obat penenang

Haruskah aku amnesia?
Ah, mungkin sudah demensia

Lihatlah aku dengan benar, meski bisu
Bukan hanya kata ke kata
Namun dari mata ke mata

Insomnia

Pisang sesisir kubanting
Bibirku terjahit
Inginku menjerit
Tapi hati melilit terhimpit
Tak tahu cara melepas jangkarmu

Soekarno Hatta merah sesaki raga
Jiwa kosong hampa udara
Sekarat

Bahagialah dengan waktumu
Tertawalah seperti para pemburu
Dengan aku mati perlahan tanpa orang tahu
Seperti ikan insomnia mendadak terapung

Tinggallah di atas sana dengan damai
Abaikan saja aku di tanah lumpur
Menjadi pisang busuk yang tak tersentuh

2016-08-14

Secret Garden


Ge. Gadis itu adalah penduduk sekitar kawah Bulan. Meski raganya menyimpan elemen Bumi, ia tak ditakdirkan mengenal manusia-manusia itu. Hingga suatu hari datanglah seseorang dalam sosok manusia.
"Aku datang dari Mars." Sahut pria itu terduduk lemah di ujung tebing yang dilewati Ge.
"Jadi kau bukan manusia?"Tanya gadis bertubuh kecil itu.
"Aku manusia yang tersesat ke tanah Mars. Aku adalah pengembara agar aku mampu hidup. Hanya saja, pesawatku patah. Hingga aku terdampar disini.”
“Hm..tapi kudengar manusia tak sanggup hidup di sini. Selain itu harusnya sulit untuk mereka menapakkan kaki kemari. Namun kenapa kau tampak begitu normal di sini?
“Bukannya aku normal bagimu, hanya saja manusia adalah makhluk paling sempurna di dunia ini, kan? Mungkin aku hanya cukup cakap untuk beradaptasi di Negeri Antariksa. Namun aku belum sepenuhnya mampu untuk menjadi normal menurut kamusmu. Jadi bisakah kau menolongku?"

2016-06-27

Kala angin bertiup..




Terra & Vince ^^


Kala angin bertiup. Ronanya menukik relung mata. Menyala. Auranya paradoks. Raganya seakan melompat-lompat kegirangan. Jiwanya pundung kelabu.
Ingin terbang, selayaknya kupu-kupu. Tak terhentikan. Sayangnya aku bukanlah pahlawan penyelamat. Lakukan saja apa maumu.
Hanya saja, ikutlah aku! Seburuknya, itu lebih baik di bawah langit biru. Aku bukan pahlawan. Namun aku mampu jalankan misi ke awan.
Hei, Kau! Jadi kupu-kupu pun takkan jumpa superhero. Terbang pun takkan selamatkan negeri. Hancurkan kepala batumu!
Tebing dan jurang masih tampak berlian olehmu.
“Ada ruby merah disana, ada besi pedang..aku bisa bahagia dengan itu..”
Tahukah, kau, jika aku tak lebih dari pencuri ulung? Ikutlah denganku, lebih mudah caraku. Seburuknya, itu lebih baik  di antara bukit berbunga.
“Aku kan mati jika kau gagal.” Aku tahu. “Aku lenyap jika kau dustai.” Aku mengerti.
Perlahan atmosfer beralih surealis. Pergerakan samar membayangiku. 
Melompat dengan gila. Terbahak dalam hening. Tersedu dalam satu kedipan. Bersenandung di langkah berikutnya. Apakah dia bayi yang baru lahir?  
Angin masih bertiup tak menentu. Adagio atau presto membingungkan metronome.Sama seperti tiap jengkal tanah yang kulangkahi.
Aku menipunya. Aku tak tahu jalan ke awan atau pun dasar bumi. Aku bahkan tak mengenal ruby merah. Seburuknya, itu lebih baik di tengah tarian cinta.


2016-06-24

'Pahlawan'


Aku, wanita jahat. Aku, kaya muslihat
Dulu.
Aku pencari pangeran. Yang mengejar pahlawan
Dan masih.
Kau pahlawan darinya. Beralih kau lihat aku, gadis gila yang unik
Kau salah. Itu topengku
Tatkala itu.
Kau berubah. Tanggalkan sayap pahlawanmu.
Beralih meraih kuda putih sang ksatria
“Aku pangeran,” katamu lewat sorot mata itu.
Aku penari penarik simpati yang berhasil menebaknya. Berpikir mengikatmu lalu membuangmu.
Kau, pahlawan bodoh. Kau, pangeran yang tertipu. Dalam pikirku.
Lantas,
“Apa ini? Istana malaikat?” Kau bawa aku ke dalamnya buatku terbelalak
Kau membunuhku dalam diam.
Detik  itu.
Aku mati suri. Ragaku kosong.  Di kamar lowong.
Tak ada kau. Tak ada siapa pun.
Selendangku hancur terbakar. Topengku kandas. Pusakaku hilang.
Aku, wanita tak berwajah. Berdarah. Tanpa kancing keduaku.
Namun masih kau pahlawan di luar sana. Pahlawan yang sesungguhnya adalah pencuri terkejam.
Kau di angkasa mengusung jagad raya di planet seberang.
Kutak berharta di sini. Satu termahal kau curi dalam kediaman itu.
Aku tak  kenal lagi siapa aku. Mungkin aku pengejar pencuri.
Kini.
Yang tak ingin biarkan yang hilang di tanganmu.
Aku harus mengambil lagi kancing perakku.
Kumerangkak ke planetmu. Agar tetap hidup aku.
Akan tetapi, kau adalah pangeran berkuda yang dapat lari kencang.
Kau adalah pahlawan bersayap yang bebas menari di antara bintang.
Kau, sekaligus pencuri tak kasat mata paling ulung.
Kau, yang tak tersentuh dalam sepersekian detik pun.
Yang slalu menghilang dalam malam.
Hitam.
Menenggelamkanku dalam sengatan pekat.
Sekarat.